Thursday, September 1, 2016

Coretan gue tentang seks education....

Aloha, udah lama banget ga ngepost setelah bersemester disibukan dengan tugas kuliah, ujian-ujian, kerjaan, dan pacaran (sombong). Post ini beneran tentang coretan gue sebelum gue post di Official Account Line gue dan kelompok tugas gue sebagai tugas.

Jadi, sebenernya alasan gue bikin OA ini selain sebagai tugas, adalah karena menurut gue banyak banget masyarakat di Indonesia ini masih ngerasa tabu banget buat ngomongin masalah seks. Seks dianggap hal-hal buat orangtua aja, yang masih berumur di 18 tahun mending nyempil-nyempil di pojokan ruangan dulu. Padahal sebenernya justru yang perlu dikasih pendidikan tentang seks itu yang remaja-remaja, supaya ga ada tuh yang namanya hamil di luar nikah, dan tingkat natalitas di Indonesia bisa jadi lebih teratur. Seks juga merupakan kebutuhan kita sebagai manusia kok, kebutuhan berkembang biak supaya manusia engga punah.

Ga percaya? Menurut data yang gue ambil dari sini, ada sekitar 630-720 ribu (48 dari 1000)  remaja yang melakukan aborsi setiap tahunnya (remaja putri ya, remaja putra ga boleh dan ga bisa aborsi). Kenapa? Karena menurut data dari situ juga, sekitar 70% remaja di Indonesia engga mendapatkan informasi seputar seks dari orangtua mereka. Sedangkan menurut data yang gue comot dari sini, tahun 2014, remaja putri yang melahirkan di Amerika cuma ada sekitar 249 ribu (24 dari 1000). Kok bisa gitu sih? Coba baca ini deh, di Amerika tuh anak kelas 4 SD aja udah diajarin tentang seks education. Selain itu, orangtua-orangtua di sana juga berperan aktif ngajarin anaknya tentang seks, misalnya tentang penyakit (HIV/AIDS) atau penggunaan alat kontrasepsi.

Sadar-ga sadar, sebenernya orangtua udah bisa ngajarin anaknya tentang seks itu dari anaknya masih balita loh. Coba deh inget-inget kalau lagi di tempat umum (mall atau restoran) gitu, pernah liat ada ibu yang gantiin baju atau popok/paners anaknya ga? Nah menurut Piaget, tindakan buka atau ganti baju di tempat umum itu secara ga sadar langsung menjadi skema si anak, sehingga saat dewasa nanti, bukan engga mungkin si anak ngerasa baik-baik aja menunjukan bagian tubuhnya di tempat umum.

Udah tau kan pentingnya pendidikan seks? Nah, oleh karena itu, yuk kita ajarin anak, adek, ponakan, sepupu, atau anak tetangga kita tentang pendidikan seks, mumpung mereka masih remaja.




Giving a condom to a teen is just like saying, "Well if you insist on killing yourself by jumping off the bridge, at least wear these elbow pads." - TEXAS FREEDOM NETWORK EDUCATION FUND

Sunday, April 26, 2015

"Humility is not thinking less of yourself, it's thinking of yourself less" - Him

Wednesday, April 22, 2015

Mungkin bukan menyesali apa yang sudah terjadi, mungkin menyesali apa yang seharusnya bisa terjadi..
karena seberapa jauh pun terpisah, teman sejati selalu tau kemana arah "pulang"..

Friday, May 9, 2014

Mungkin aku terlalu memanjakan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya,
hingga menutup mata akan menjadi alasanku mencemooh diri sendiri.

Ya, ya, malam memang tidak selamanya,
setidaknya aku bisa berbincang dengannya semenit, sedetik,
bahkan hanya sepersepuluh detik lagi.

Tunggu, aku tidak sampai ingin menikahi malam, itu tidak mungkin.
Rasional saja..
Bersamaan dengan menggelapnya semesta,
timbullah sebuah pertanyaan,
"Untuk apa mengucap janji manis bila nanti tetap berpisah?,
Malah bisa saling mencaci, mengeksekusi satu sama lain yang dulu sempat bertukar impian,
menyatukan perbedaan,
menangisi kebahagiaan..

"Untuk apa saling menggenggam,
bila nanti malah saling melukai, mementingkan keegoisan pribadi,
membunuh perasaan empati.."
Everytime we made a decision, there's always a person who has been aggrieved.. Problem is, it's whether we stay on our choice, or that person..