Mungkin aku terlalu memanjakan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya,
hingga menutup mata akan menjadi alasanku mencemooh diri sendiri.
Ya, ya, malam memang tidak selamanya,
setidaknya aku bisa berbincang dengannya semenit, sedetik,
bahkan hanya sepersepuluh detik lagi.
Tunggu, aku tidak sampai ingin menikahi malam, itu tidak mungkin.
Rasional saja..
Friday, May 9, 2014
Bersamaan dengan menggelapnya semesta,
timbullah sebuah pertanyaan,
"Untuk apa mengucap janji manis bila nanti tetap berpisah?,
Malah bisa saling mencaci, mengeksekusi satu sama lain yang dulu sempat bertukar impian,
menyatukan perbedaan,
menangisi kebahagiaan..
"Untuk apa saling menggenggam,
bila nanti malah saling melukai, mementingkan keegoisan pribadi,
membunuh perasaan empati.."
timbullah sebuah pertanyaan,
"Untuk apa mengucap janji manis bila nanti tetap berpisah?,
Malah bisa saling mencaci, mengeksekusi satu sama lain yang dulu sempat bertukar impian,
menyatukan perbedaan,
menangisi kebahagiaan..
"Untuk apa saling menggenggam,
bila nanti malah saling melukai, mementingkan keegoisan pribadi,
membunuh perasaan empati.."
The world is taking you down, so i'm not giving you up..
Subscribe to:
Comments (Atom)