Sunday, April 20, 2014

berharap, boleh apa engga?

Jadi kemaren siang gue habis ketemu sama temen lama, namanya Vonny.. Kita ngobrol banyak banget, dari masalah politik sampai masalah mantan.. Dan akhirnya kita berhenti pada satu topik yang gue rasa berat banget sebenernya buat dibahas, masalah berharap itu boleh apa engga..

...
"Pelajarannya tetep sama sih, Ren, do not expect."

"Engga gitu deh Von kayaknya. Gue mendadak mikir kalau pandangan "do not expect" itu salah. Karena siapapun otomatis pasti sering berharap."

"Idih. Kenapa lu tiba-tiba berubah pikiran?"

"Ga tau, kayak tiba-tiba 'deg' aja gitu. Agak berat sih ini ya, tapi bukannya orang bisa hidup karena berharap? Berharap besok bisa lebih baik lah, berharap dengan kuliah bisa kerja layak lah."

"Yah itu sih kayak generalnya ga sih?"

"Iya, dan ga salah kan kalau berharap, berharap kan manusiawi, wajar. Lu mau bilang jangan berharap juga pasti nanti ada satu momen -walau cuma sebentar- di mana lu mikir 'duh, kenapa sih ga bisa gini/gitu aja?'.

Misalnya nih gue deketin cewek, terus dia baik sama gue, gue berharap dia juga suka sama gue, dan ternyata engga. Menurut gue kita engga bisa salahin harapan awal gue itu, mungkin aja gue emang bukan tipe dia, atau belom jodoh. Dan gue harus move on, bersikap realistis."

"Hmm. Ya emang expectation bakal selalu terjadi sih, baik secara sadar maupun engga. Masalahnya dihadapkan sama situasi realistisnya, Ren. Some people just can't accept that. Beberapa dari mereka terlalu asik dan seru sama ekspektasi mereka."

"Ya gakpapa, Von. Mungkin aja ekspektasi itu sendiri yang ngebuat kita tetep waras. Namanya realistis, suka atau engga, it is what it is."

No comments:

Post a Comment